Merubah atau Mengubah, Apa yang Salah? - Ulas Bahasa -->

Merubah atau Mengubah, Apa yang Salah?

Post a Comment

Merubah atau mengubah acap diperdebatkan, mana yang benar dan mana yang salah. Padahal, kedua kata itu benar sepanjang sesuai dengan konteksnya.

merubah atau mengubah

Pernah mendengar atau menyaksikan “keributan” berkenaan dengan ungkapan merubah dan mengubah? Beberapa kali saya menemukan perdebatan menyangkut hal ini.

Silakan baca juga tulisan mengenai istilah yang mengindikasikan terjadinya keributan antara penjual dan pembeli.

Sebagian pendapat menyatakan bahwa merubah adalah kata yang salah. Namun, sebagian lainnya tidak “menyalahkan” kata merubah.

Lantas, pernyataan mana yang benar? Mari telusuri bersama.

Pendapat Ahli Bahasa Indonesia

Eko Endarmoko pernah menulis “Anomali Me-rubah” yang tersaji dalam buku Polisi Bahasa (2019). Dalam artikel ini, penulis mengemukakan mula “pertengkaran” yang terjadi akibat “ulah” kata merubah.

Menurutnya, gonjang-ganjing tentang merubah terjadi lantaran ada perbedaan pandangan di antara dua pihak yang “berseteru”. Kedua pihak itu adalah kalangan perencana bahasa dan kalangan yang diduga tidak memahami proses pembentukan atau asal-usul kata yang menjadi bahan perdebatan tersebut.

Seakan tak mau ketinggalan, Ivan Lanin pun mengulas hal serupa dengan tulisan “Mengubah Rubah” dalam buku Recehan Bahasa (2020). Pencinta bahasa Indonesia yang juga dikenal sebagai wikipediawan itu menyodorkan kata mengubah sebagai kata yang benar bila penutur atau penulis kata tersebut bermaksud menyatakan ‘mengganti’.

“Campur tangan” kedua ahli bahasa Indonesia itu mengindikasikan betapa runyamnya “perkelahian” antara tim merubah dan tim mengubah. Menentukan mana bentuk kata yang benar, merubah atau mengubah, ternyata bukan perkara yang bisa diselesaikan dalam sekali seminar.

Mana yang Lebih Populer, Merubah atau Mengubah?

Sebelum melangkah lebih lanjut pada pembahasan tentang merubah dan mengubah, ada baiknya kita simak “peta persaingan” kedua kata itu. Sebenarnya,kata mana yang lebih sering digunakan masyarakat Indonesia, merubah atau mengubah?

Hingga kini, saya tidak berhasil menemukan data spesifik yang menunjukkan perbandingan penggunaan kedua kata itu. Dengan demikian, tidak bisa dipastikan, kata apa yang memiliki popularitas lebih tinggi di antara keduanya.

Namun, kita bisa memanfaatkan sebuah teknologi yang banyak digunakan orang di era digital ini. Teknologi itu bisa kita pakai untuk “meraba” data yang barangkali bisa sedikit membantu memberikan gambaran mengenai “persaingan keras” antara merubah dan mengubah.

Silakan baca juga ulasan mengenai persaingan antara game online dan gim daring.

Yuk, kita simak gambar di bawah ini.

pencarian google merubah atau mengubah

Grafik pencarian kata merubah dan mengubah di mesin telusur Google tahun 2014 hingga 2023. Sumber data: trends.google.co.id.

Pada gambar di atas terlihat bahwa mulai tahun 2014 hingga 2015, kata merubah lebih banyak dicari orang dibandingkan mengubah. Namun, keunggulan itu tidak banyak.

Nah, sejak 2016, kata mengubah mulai menunjukkan “taring”-nya. Kata ini berbalik unggul. Semakin lama, popularitas mengubah semakin jauh meninggalkan saingannya, merubah.

Memang, gambaran di atas tidak benar-benar menunjukkan frekuensi penggunaan kedua kata itu di masyarakat. Gambar itu hanya mengindikasikan banyaknya pencarian di mesin pencari Google menggunakan kedua kata tersebut. Tujuan pencarian yang dilakukan orang-orang pun tidak dapat diidentifikasi sebagai persetujuan atas kebenaran kata yang dicari.

Jadi, Mana Kata yang Benar?

Berkaca pada pendapat kedua sosok pencinta bahasa Indonesia di atas, tidak ada yang salah dengan kedua kata yang kerap diperdebatkan itu.

Kedua kata itu benar bila diterapkan ke dalam konteks yang pas. Namun, kedua kata itu juga bakal salah jika dipaksakan masuk ke dalam konteks yang tidak sesuai dengan penggunaan yang seharusnya.

Eko Endarmoko memberikan “arahan” dalam menggunakan kedua kata ini melalui sebuah kalimat yang ditulisnya berikut ini. Karena itu, apabila yang dimaksud adalah “membuat jadi berubah”, ejaan yang benar adalah mengubah, bukan merubah.

Sementara itu, Ivan Lanin menyampaikan panduannya melalui dua contoh kalimat berikut ini.

-          Mengubah kebiasaan ternyata sulit.

-          Tak mungkin kucing merubah.

Kekeliruan yang kerap terjadi umumnya disebabkan kesalahan dalam menentukan bentuk awalan me- yang dirangkai dengan kata dasar ubah. Awalan me- yang diikuti kata dasar yang huruf awalnya /a/, /e/, /i/, /o/, /u/, /g/, /h/, /k/, /q/, dan /x/ akan berubah menjadi meng-. Dengan demikian, kata dasar ubah yang berarti ‘tukar’ atau ‘ganti’, jika mendapatkan awalan me- akan menjadi mengubah.

Ada satu lagi aturan berkenaan dengan urusan ini. Awalan me- tidak berubah ketika diikuti kata dasar yang huruf awalnya /l/, /m/, /n/, /r/, /w/, dan /y/. Jadi, kata rubah, yang merupakan salah satu jenis binatang, ketika memperoleh awalan me- akan menjadi merubah.

Kini semakin jelas. Ketika seorang penulis atau penutur hendak mengungkapkan kata yang bermakna ‘mengganti’, hendaknya ia menggunakan kata mengubah. Sebab, bila ia memakai kata merubah, sejatinya ia sedang menyampaikan sesuatu yang menjadi rubah alias vulpes vulpes.

Jadi, tidak ada yang salah dengan kata mengubah dan merubah sepanjang diletakkan pada tempat yang semestinya. Seharusnya tidak ada lagi pertanyaan tentang mana yang benar, merubah atau mengubah.

Artikel Terkait

Post a Comment