Kamis, 27 Mei 2021

Mengenal Sebuah Kata yang Sungguh Tak Terduga

Kosakata ini sungguh tak terduga. Sebuah kata yang sangat akrab di telinga ternyata memiliki arti yang jauh berbeda dengan makna yang selama ini kita kenal.

Ilustrasi kata tak terduga

Saya suka mencatat kata-kata “aneh” yang terlintas dalam benak. Kata-kata seperti itu saya himpun dalam daftar kosakata bahasa Indonesia yang jarang mengemuka.

Selain untuk menambah pengetahuan, catatan ini dapat saya manfaatkan sebagai salah satu sumber ide tulisan. Satu kebiasaan yang kerap saya lakukan adalah menyisipkan kosakata langka dalam tulisan-tulisan yang saya hasilkan.

Catatan saya tidak selalu lengkap. Kadang-kadang saya menyalin kata yang saya temukan cukup detail disertai arti, sumber informasi, dan keterangan lainnya.

Namun adakalanya, dengan berbagai alasan, saya hanya sempat mencantumkan kata dimaksud, tanpa penjelasan apa-apa. Harapan saya, suatu saat nanti saya akan kembali mengoprek kata tersebut, mencari makna dan asal kata atau sejarah terbentuknya kata dimaksud.

Nah, ketika saya membuka-buka catatan lama, saya kebingungan saat membaca sebuah kata tanpa penjelasan. Sebuah kata yang biasa-biasa saja, kenapa bisa masuk daftar kosakata "ajaib"?

Ketika berada dalam kondisi demikian, biasanya saya akan mengandalkan si mesin pencari paling masyhur di planet ini. Namun, si Mbah yang kabarnya sangat pintar itu ternyata tidak menyodorkan petunjuk yang saya harapkan bisa mengupas misteri kosakata yang bikin saya penasaran ini.

Tak Terjangkau oleh Google

Kini, kita akan mencermati kosakata yang menjadi pokok bahasan kita kali ini. Saya sangat meyakini bahwa kebanyakan dari Anda berada dalam kondisi yang mirip dengan yang saya alami ketika menjumpai kata ini.

Kita sudah sangat akrab dengan kata ini. Hampir saban hari kita bersua dengannya. Namun, kita selalu membayangkan makna yang sangat berbeda dengan arti kata yang sebenarnya jika kita berbicara dalam konteks bahasa Indonesia.

Google yang biasanya bisa diandalkan juga tak mampu menolong memecahkan misteri ini. Bahkan, ketika kita sedang mencari makna kata ini dalam bahasa Indonesia, ia cenderung semakin menyesatkan kita.

Tidak ada satu petunjuk pun yang diberikan oleh mesin pencari digdaya ini yang mengarah kepada arti kata ini dalam kedudukannya sebagai bagian dari bahasa Indonesia. Yang disodorkan oleh Google Indonesia selalu berkaitan dengan maknanya dalam bahasa asing.

Kata ini memang jauh lebih populer dikenal masyarakat Indonesia sebagai sebuah kata yang merujuk kepada sebuah program komputer untuk mengakses informasi di internet. Ketika saya mengetik kata ini dalam bilah pencarian Google, semua informasi yang keluar mengarah kepada makna itu.

Deretan kata-kata yang muncul sebagai reaksi Mbah Google atas permintaan yang saya ajukan antara lain - web, - anti blokir, - yandex, - vpn, serta beberapa istilah lain yang berhubungan dengan internet.

Ketika saya melanjutkan penelusuran ke halaman-halaman pencarian Google hingga mencapai halaman 10, berarti sekitar 100 entri hasil pencarian, saya selalu mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai istilah dalam urusan teknologi dan informasi. Tak beda dengan pencarian umum, penelusuran dalam bentuk gambar pun menunjukkan hasil yang serupa.

Sepertinya lengan-lengan Mbah Google tak cukup panjang untuk menjangkaunya.

Makna Kata yang Tak Terduga

Baiklah, sekarang tiba saatnya saya membongkar kata yang sejauh ini belum saya ungkapkan. Saya yakin, Anda tidak akan mengira makna sebenarnya dari kata 'browser' yang sedang kita bahas.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata browser adalah binatang pemakan rumput, daun, dan ranting. Nah, dugaan Anda meleset, bukan?

Sepertinya Anda membayangkan jagat internet kala mendapati kata yang saya maksudkan dalam tulisan ini. Saya sendiri juga tidak pernah membayangkan wujud browser yang ternyata makhluk hidup.

Mendapati makna kata browser yang demikian, saya jadi teringat pelajaran Biologi semasa SMP dahulu kala. Sepengetahuan saya, jenis binatang semacam itu disebut herbivora. Mungkin saja browser merupakan sinonim dari kata herbivora.

Lantas, saya kembali membuka KBBI online alias daring. Rupanya di dalam kamus ini saya bersua dengan sebuah pengetahuan baru.

Ternyata, herbivora bukan merupakan kata baku untuk menyebut hewan pemakan tumbuhan. Kata baku yang tepat untuk menandai jenis binatang semacam itu adalah herbivor.

arti kata herbivor dalam kbbi

Sayangnya, KBBI tidak memberikan keterangan mengenai kaitan antara kata browser dengan kata herbivor.

Saya pun mencoba mengulik “senjata” lain yang sering saya gunakan untuk menelusuri kata, yakni Kamus Tesaurus. Namun kamus yang berisi sinonim kata ini juga tidak membuka jalan bagi saya untuk mendalami kata 'browser', sebab saya tidak berhasil menemukannya di sana.

Masa Depan Istilah-Istilah yang Tak Populer

Sebenarnya bukan hanya kata browser yang menimbulkan salah duga demikian banyak orang, termasuk diri saya. Terdapat cukup banyak istilah-istilah yang memiliki makna yang berbeda dengan yang kita pahami selama ini.

Salah satu kata lain yang juga bermakna jauh dibandingkan dengan yang dikenal kebanyakan orang Indonesia adalah kata seronok. Kata ini memiliki arti yang berkebalikan dengan pemahaman yang lebih sering saya temukan, baik dalam perbincangan sehari-hari maupun dalam berita-berita di media sosial dan media berita.

Melihat kenyataan ini, sempat muncul pertanyaan dalam hati saya berkaitan dengan keberadaan kata yang satu ini. Bagaimana ya, masa depannya?

Mungkin nggak, suatu saat nanti kita menyaksikan suatu kejadian langka di kebun binatang. Saat kita sedang asyik memandangi seekor binatang yang tengah mengunyah dedaunan, tiba-tiba seseorang di samping kita menunjuk-nunjuk hewan itu sembari berteriak, “Hei, lihat! Itu browsernya lucu banget, ya!”

Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

penulis:

0 komentar: