Rabu, 21 Oktober 2020

3 Manfaat Menulis Kosakata Langka

 


Ilustrasi 3 Manfaat Menulis Kosakata Langka

Saya mendapatkan setidaknya 3 manfaat menulis kosakata langka. Faedah yang saya peroleh itu semakin meyakinkan saya untuk terus menggali dan menggunakan kosakata tersebut dalam tulisan-tulisan saya.

Inspirasi yang mengilhami saya menggunakan kosakata langka berasal dari beberapa tulisan yang saya baca di berbagai media, baik buku cetak maupun media daring. Saya terpesona dengan gaya tulisan yang memakai kata-kata yang bervariasi, tidak monoton dengan istilah yang itu-itu saja.

Memang benar, penggunaan kosakata langka bukan merupakan satu-satunya faktor yang menggiring saya menikmati tulisan-tulisan nan memikat itu. Unsur-unsur lainnya seperti kualitas tulisan dan tema yang aktual tentu saja turut menjadi pertimbangan.

Mungkin Anda bertanya-tanya, sejak mula saya kerap menyebut frasa kosakata langka. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan istilah itu.

Bila Anda mengunjungi kamus dan mencoba mencarinya di sana, barangkali Anda akan dihinggapi rasa kecewa karena tak kunjung menemukannya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), misalnya, tidak mengenal istilah yang tengah kita bahas ini.

Tengok saja apa yang dikatakan bausastra bahasa Indonesia itu ketika kita menginginkan penjelasan mengenai makna gabungan kata ini. Mereka tidak memiliki informasi yang kita cari.

Saya memandai-mandai saja menciptakan sebutan janggal ini. Istilah itu saya maksudkan sebagai pemendekan atas seuntai ungkapan panjang ‘kosakata yang jarang digunakan orang dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis’.

Baca juga artikel mengenai penggunaan kata meneladani

Kelangkaan kosakata dalam hal ini terjadi karena keberadaan kosakata tersebut dalam kehidupan sehari-hari bagaikan sebuah misteri. Sebetulnya ada, tetapi entah di mana ia bersembunyi.

Sebagian di antara mereka masih nongol sekali-sekali. Namun sebagian lainnya benar-benar tak ingin menampakkan diri. Mereka seperti tak berkenan hadir menghias hasil kreasi anak bangsa, baik dalam wujud karya-karya ilmiah maupun sekadar obrolan di warung kopi.

Ini Dia Penyebabnya

Untuk memperjelas materi yang sedang kita kupas ini, saya akan menyajikan sejumlah contoh. Contoh-contoh itu akan saya hidangkan dalam dua macam kategori.

1.       Kosakata yang kalah populer dibandingkan versi bahasa asingnya

Kita semakin jarang mendengar orang (Indonesia) menyebut kata ‘pernyataan’ dalam perbincangan (yang dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan sesama warga Indonesia sebagai lawan bicaranya). Bukan lantaran obrolan mereka tidak bersangkut paut dengan kata ini, tetapi sebagian besar orang Indonesia memilih kata statement ketimbang padanannya dalam bahasa kita.

Peruntungan yang serupa dengan kata pernyataan dialami renjana. Dalam lingkup ketenaran, kata baku dalam bahasa Indonesia ini jelas kalah telak dibandingkan versi istilah asingnya, yakni passion.

Bila kita telusuri secara teliti, kita akan menemukan deretan panjang kosakata yang bernasib sama dengan keduanya.

2.       Kosakata yang memiliki sinonim yang lebih dulu diperkenalkan

Untuk kategori ini, saya bisa memberikan contoh misalnya kata garib. Kata ini memiliki banyak “saingan” karena terdapat banyak sekali kata yang bersinonim dengannya.

Salah satu sinonim kata garib adalah kata yang menjadi bagian dari tema tulisan ini, yaitu langka. Sinonim lainnya antara lain aneh, ajaib, asing, jarang dan ganjil.

“Malang”-nya, kata-kata yang mempunyai makna mirip dengannya lebih dikenal orang sehingga lebih sering digunakan. Alhasil, kata garib pun tenggelam ke dasar lautan.

Baca juga tulisan tentang frasa menghembuskan nafas

Manfaat Menghadirkan Kosakata Langka

Seperti yang telah saya ungkapkan pada awal tulisan, saya merasakan adanya manfaat ketika menggunakan kosakata yang menurut pengamatan saya termasuk dalam kategori jarang nongol. Saya mencatat sedikitnya terdapat 3 manfaat yang bisa kita nikmati dengan menampilkan kosakata langka dalam tulisan-tulisan yang kita terbitkan.

Manfaat menulis kosakata langka


Berikut ini ketiga kegunaan yang saya maksudkan.

1.       Membentuk identitas seorang penulis

Setiap penulis tentu menginginkan dirinya memiliki ciri khas yang membedakannya dengan para penulis lain. Saya beranggapan bahwa penggunaan kosakata yang tak banyak dimunculkan orang lain dapat menjadi salah satu penanda bagi pembaca untuk mengenali karya kita.

2.       Menghindarkan kebosanan pembaca

Penggunaan kosakata yang jarang kita temukan juga bisa diharapkan membuat tulisan menjadi lebih bervariasi. Variasi-variasi seperti ini (mudah-mudahan) akan membawa pembaca betah berlama-lama menikmati tulisan kita.

Minimal mereka tidak sekilas saja menelusuri baris-baris artikel yang kita hidangkan dan ingin segera beranjak meninggalkan blog kita.

3.       Memperbaiki skor SEO

Saya tidak memiliki pemahaman yang memadai berkaitan dengan Search Engine Optimization (SEO). Saya hanya menduga-duga berdasarkan sekian banyak bacaan yang telah saya lahap, penggunaan kosakata yang beragam bisa memperbaiki skor SEO.

Konon, Google tidak menyukai pengulangan kata dengan frekuensi yang terlalu banyak dalam sebuah artikel. Nah, pemakaian kosakata langka yang diselang-seling dengan kosakata yang acap digunakan bisa menjadi salah satu upaya mengurangi pengulangan kata.

Dengan variasi kosakata ini, semoga saja si Mbah lebih berkenan mengakui keabsahan postingan kita dan memberikan tempat yang layak bagi karya-karya kita.

Nah, apa pendapat Anda? Apakah Anda mulai tertarik untuk memanfaatkan kosakata langka?

Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

penulis:

0 komentar: