Selasa, 02 Maret 2021

Keistimewaan Makna Kata Mantan

Ternyata, makna kata mantan itu memiliki kedudukan yang istimewa, lho. Di mana letak keistimewaannya? Ayo, kita lihat bersama-sama.

 

ilustrasi-makna-kata-mantan

Anda, terutama yang berusia muda, tentu telah akrab dengan sebuah istilah yang akan kita bahas ini. Kata ini banyak menghiasi halaman berita media daring dan obrolan di media sosial.

Dalam penelusuran menggunakan mesin pencari Google misalnya, kata kunci “mantan” akan memunculkan kata-kata lain yang cenderung menuju kepada satu hal. Sebagian besar hasil pencarian mengarah pada nama-nama pesohor di negeri kita. Sebut saja salah satunya adalah frasa mantan istri Ibnu Jamil.

pencarian google kata kunci mantan
Tangkapan layar pencarian kata 'mantan' di Google Search

Tak salah, istilah yang satu ini hampir selalu dikaitkan dengan pasangan. Rangkaian kata yang sering disebut antara lain mantan pacar, mantan istri, dan mantan suami.

Di antara ketiganya, yang paling populer tentu saja rangkaian kata-kata mantan pacar. Namun anehnya, dalam urusan ini, kata yang di belakang hampir tak pernah dimunculkan. Cukup sebut "mantan", maka orang akan paham apa yang dimaksud oleh orang yang mengucapkan atau menuliskannya.

Saking populernya kata yang satu ini dalam hubungannya dengan urusan percintaan antara laki-laki dengan perempuan, Yovie Widianto sempat menggubah lagu yang diberi judul “MantanTerindah”.  Lagu yang dipopulerkan oleh kelompok Kahitna dan Raisa ini sempat menjadi hits pada masanya dulu.

Baik judul maupun lirik lagu itu tidak sekalipun menyebutkan keterangan yang berkaitan dengan satuan bahasa ini. Namun ketika Kahitna atau Raisa menembangkannya, semua orang paham bahwa sang penyanyi tidak sedang merindukan seorang mantan kades atau mantan kapolres.

Selain dalam bentuk lagu, kreativitas para pemilik mantan tersaji dalam pelbagai wujud karya seni, baik serius maupun guyonan belaka. Kita tidak akan kesulitan menemukan karya-karya puisi, cerpen, atau sekadar kata-kata sindiran buat sang mantan.

Bagaimana Menurut Kamus?

Lantas, apa yang disampaikan kamus berkenaan dengan hal ini?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata mantan adalah bekas (pemangku jabatan, kedudukan, dan sebagainya).

Jika kita membayangkan istilah mantan nan sering muncul dalam warta, baik media berita maupun media sosial, rasanya makna yang dimunculkan oleh KBBI nggak nyambung, ya.

"Baca juga artikel tentang penggunaan kata meneladan dan meneladani."

Apalagi kalau makna itu kita hubungkan dengan contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat yang disajikan dalam kamus itu.

“Ia mantan gubernur yang sekarang aktif dalam organisasi sosial.”

Kita lihat bahwa baik dalam penjelasan maupun contoh, KBBI lebih “mengarahkan” maksud kata mantan sebagai bekas pejabat atau orang yang pernah memegang jabatan tertentu dalam pemerintahan. Kamus bahasa Indonesia ini tidak sedikit pun menyinggung-nyinggung hubungan antar manusia dalam urusan cinta atau rumah tangga.

Sementara itu, Kamus Tesaurus bahasa Indonesia memberikan dua sinonim untuk kata ini. Keduanya adalah bekas dan eks.

Sumbangan dari Bahasa Daerah

Dalam bahasa Indonesia, sebutan yang tengah kita bahas ini muncul belakangan setelah kata bekas dan eks lebih dulu memasyarakat. Mengutip sebuah warta yang disampaikan oleh Kantor Bahasa Bengkulu, istilah mantan berasal dari bahasa Basemah, Komering, dan Rejang.

Lho, sudah ada kata bekas, mengapa harus memasukkan ungkapan lain dengan arti yang sama ke dalam bahasa Indonesia? Ada sebuah pertimbangan masuk akal mengiringi masuknya istilah ini ke dalam bahasa persatuan kita.

Alasannya, karena istilah bekas berkonotasi kurang bagus. Biasanya orang membayangkan sesuatu yang bernada negatif ketika mendengar orang lain menyebut ungkapan bekas.

Nah, diterimanya istilah baru ini dimaksudkan untuk menaikkan “martabat” jabatan-jabatan atau posisi-posisi nan dianggap baik. Sebagai contoh sebut saja istilah-istilah mantan presiden, mantan menteri, dan sebutan-sebutan lain semacam itu.

Sementara itu, kata bekas tidak dihilangkan. Biasanya ungkapan ini dipakai untuk menyebut sesuatu yang secara umum dianggap kurang baik atau bernilai rendah. Misalnya saja ungkapan bekas penjahat, barang bekas, dan ungkapan-ungkapan serupa lainnya.

Pergeseran Makna Kata Mantan

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal adanya pergeseran makna kata. Salah satu bentuknya adalah menyempitnya arti suatu kata. Perubahan semacam ini disebut sebagai penyempitan makna kata. Ada pula orang yang menamainya spesialisasi.

Sebagai contoh, awalnya sebutan motor mengandung arti mesin yang menjadi tenaga penggerak suatu alat. Pada perkembangan selanjutnya, banyak orang menyebut kata motor sebagai pengganti istilah suatu jenis kendaraan bernama lengkap sepeda motor.

Penggunaan kata mantan juga telah mengalami kejadian serupa dengan motor. Dibandingkan dengan makna yang tertuang dalam KBBI, praktik penggunaan sebutan ini telah banyak bergeser. Kini, istilah itu lebih sering dikaitkan dengan masalah percintaan ketimbang urusan-urusan lainnya.

Dalam sebuah artikel berjudul “Perubahan Makna”, narabahasa.id juga menyatakan  bahwa penyempitan makna merupakan salah satu bentuk perubahan makna kata. Situs ini memberikan contoh sarjana yang awalnya diartikan ‘orang pandai’ atau ‘cendekiawan’. Sekarang, banyak orang hanya memahami sarjana sebagai seorang penyandang gelar strata satu.

Perubahan makna kata sarjana
Ilustrasi sarjana yang mengalami perubahan makna (gambar oleh Pixabay dari Pexels)

"Baca juga tulisan mengenai arti kata seronok yang sering digunakan secara keliru."

Keadaan itu tidak lantas membikin makna lainnya menjadi keliru atau tidak digunakan lagi. Arti mantan selain yang berhubungan dengan sosok kekasih juga masih acap digunakan.

Misalnya saja kondisi dalam bidang politik. Kita masih kerap mendengar atau membaca istilah-istilah mantan presiden, mantan menteri, dan mantan pejabat lainnya menghiasi berita-berita dan ulasan-ulasan di pelbagai media massa.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan cara menyebut kata mantan kekasih atau mantan pacar dengan mantan-mantan lainnya. Kita akan merasakan bahwa istilah mantan yang berhubungan dengan urusan percintaan memiliki keistimewaan dalam perbincangan sehari-hari.

Jika ada seseorang menyebut kata yang menjadi pokok bahasan tulisan ini tanpa embel-embel keterangan apa pun di belakangnya, bisa dipastikan bahwa orang itu sedang membahas seseorang yang pernah memiliki hubungan cinta dengannya.  Orang tidak akan mengaitkannya dengan aktivitas politik atau kegiatan lainnya.

Demikian spesialnya kedudukan satu ungkapan ini dalam urusan percintaan. Sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh mantan-mantan lainnya, termasuk mantan presiden sekalipun.

Begitulah, kebiasaan mengucapkan ungkapan-ungkapan yang dilakukan oleh banyak penutur bisa mengubah makna sebuah kata. Maknanya bisa meluas atau menyempit, bisa pula terkesan menjadi lebih terhormat, atau menjadi lebih hina.

Dalam urusan geser-menggeser makna kata, para kawula muda menjadi salah satu aktor pentingnya. Mereka telah berhasil menggeser makna kata mantan, seakan-akan kata ini diciptakan khusus bagi kalangan mereka sendiri.

Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

penulis:

0 komentar: