Adakah Padanan Kata Walkie Talkie dalam Bahasa Indonesia?

Ilustrasi Walkie Talkie dalam Bahasa Indonesia oleh Paolo Ghedini dari Pixabay

Tidak adakah padanan kata walkie talkie dalam bahasa Indonesia? Buktinya media-media massa masih menggunakan istilah asing itu dalam pemberitaan mereka.

Sebuah peristiwa politik yang terjadi di Myanmar baru-baru ini telah memunculkan kembali sebuah istilah yang sekian lama menghilang dari peredaran.

Mengutip warta kompas.com, pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar, Aung San Suu Kyi ditangkap oleh pihak berwenang di negaranya. Wanita kelahiran 1945 itu didakwa melanggar Undang-Undang tentang Ekspor Impor karena  memiliki walkie talkie yang diimpor secara ilegal.

Dalam laporannya, Kepolisian Myanmar menyatakan bahwa mereka telah menemukan peralatan telekomunikasi tidak resmi itu di rumah Suu Kyi.

Krisis yang terjadi di salah satu negara Asia Tenggara itu kini menjadi perhatian banyak warga dunia. Berita menyangkut kasus ini pun menjelma sebagai kabar viral di pelbagai media.

Kali ini saya akan mengulas nama jenis alat komunikasi jadul yang kini mengemuka kembali dalam peristiwa di Negeri Seribu Pagoda ini. Alat apa lagi kalau bukan walkie talkie.

Asal Mula Nama Walkie Talkie

Menurut wikipedia, walkie talkie merupakan alat komunikasi yang ditemukan oleh Donald Lewes Hings pada tahun 1937. Kala itu, benda segenggaman telapak tangan ini dinamakan waterproof 2ways radio.

Selain itu, alat komunikasi dua arah ini juga kerap dijuluki dengan sebutan light aircraft emergency set.

Istilah walkie talkie sendiri pertama kali muncul tahun 1941. Kala itu, Hings, sang penemu, mengungkapkan asal mula penamaan walkie talkie pada sarana komunikasi temuannya itu.

Baca juga: Arti Kata Seronok yang (Sebenarnya) Elok

Begini kisahnya.

Suatu ketika, seorang jurnalis melihat seorang prajurit yang tengah berjalan dengan membawa sebentuk alat komunikasi yang menempel pada baju seragamnya. Menyaksikan pemandangan itu, sang jurnalis menghampiri tentara itu.

Lantaran dirinya belum pernah melihat barang semacam itu, ia pun menanyakan alat apa gerangan yang dipakai sang prajurit.

Prajurit itu menjawab pertanyaan wartawan dengan sebuah penjelasan yang menggambarkan sifat benda “ajaib” yang dipegangnya. Sang tentara mengatakan bahwa ia bisa berbicara (talk) menggunakan sarana komunikasi itu sembari berjalan (walk).

Maka, selepas kejadian itu, para jurnalis menyebut perlengkapan komunikasi yang acap kita lihat digunakan oleh para petugas keamanan itu dengan sebutan walkie talkie. Nama ini pun pun lantas melekat pada benda yang hanya bisa dipakai jika berpasangan.

Walkie Talkie dalam Bahasa Indonesia

Setelah membaca beberapa berita terkait dakwaan penggelapan yang dilakukan oleh wanita yang pernah menerima hadiah Nobel Perdamaian itu, lantas timbul pertanyaan dalam benak saya. Mengapa semua media menggunakan sebutan walkie talkie dalam pemberitaan mereka?

Apakah memang tidak ada satu pun padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan istilah asing itu?

Baca juga: Antara Porter di Bandara dan Kuli Panggul di Pasar

Segera saja saya mencoba mencarinya melalui mesin pencari di internet. Saya membutuhkan waktu yang cukup lama berselancar di dunia maya hingga menemukan sejumlah referensi berkaitan dengan barang ini.

Beberapa kamus bahasa Inggris – bahasa Indonesia online (daring) menyatakan tidak terdapat padanan kata walkie talkie dalam bahasa Indonesia.

Sebagian lainnya mempunyai terjemahan yang berbeda untuk kata yang satu ini. Lektur.id menyebut walkie talkie adalah alat woki-toki, sedangkan blabla.co.id menamainya woki toki.

Namun sayang sekali, saya tidak menemukan istilah ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus bikinan Badan Bahasa ini menyatakan tidak mengenal nama alat woki-toki.

Dalam penelusuran selanjutnya, saya menjumpai istilah lain yang terdaftar dalam sebuah situs milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Situs ini menyebut portofon sebagai padanan istilah asing walkie-talkie atau handy talkie.

Namun saya kembali kecewa setelah melongok KBBI. Sebab, saya tidak menemukan istilah portofon di sana.

Rasa penasaran akan kata portofon membawa saya kembali menelusuri mesin pencari. Kali ini saya berjumpa dengan situs jagokata.com.

Website ini memberikan tiga kata sebagai alternatif pencarian kata portofon. Satu di antaranya adalah protofon.

Seusai menjumpai kata ini, saya bergegas kembali mengunjungi KBBI. Dalam kamus daring ini, ternyata kata protofon mengandung arti radio-telepon jalan.

Arti yang diberikan oleh KBBI di atas terasa cocok dengan spesifikasi sarana komunikasi yang sedang kita bahas. Telepon berbasis radio yang bisa digunakan sambil berjalan.

Sampai di sini saya baru meyakini bahwa bahasa Indonesia telah memiliki padanan kata untuk istilah walkie-talkie.

Bagikan:

0 komentar