Selasa, 15 September 2020

Kerennya Seragam Satpam Baru, Bagaimana dengan Sebutannya?

Siang ini saya mendapati sebuah tren menarik, “seragam satpam baru”. Google menaksir jumlah pencarian frasa ini mencapai lebih dari 10 ribu penelusuran.

ilustrasi seragam satpam baru
Beberapa media memang menayangkan berita seputar hal ini. Salah satu media nasional, kompas.com juga menurunkan warta menyangkut perubahan seragam satuan pengaman.

Menurut media ini, Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis telah menetapkan perubahan seragam satpam. Ketetapan itu dituangkan dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 perihal Pengamanan Swakarsa.

Berdasarkan peraturan tersebut, seragam satpam kelak akan berubah. Jika selama ini kita mengenal seragam satpam berwarna putih dan biru, nantinya akan berubah menjadi coklat muda dan coklat tua. Seragam para tenaga pengaman itu akan mirip dengan seragam kebanggaan para anggota kepolisian. Selain perubahan warna, seragam satpam juga akan dilengkapi dengan tanda pangkat.

Dengan seragam yang baru, para satpam akan terlihat semakin gagah. Mudah-mudahan seragam satpam baru itu juga meningkatkan rasa bangga akan profesinya seperti harapan Kapolri.

Baca juga: SukaMenggunakan Kata Laundry? Padahal Banyak Kosakata Lainnya

Mengenai Sebutan Satpam

Sebetulnya ada hal lain yang membikin saya tertarik dengan berita tentang seragam baru anggota satuan pengaman itu. Hal lain itu masih ada kaitannya dengan rasa bangga akan profesi yang satu ini.

Saya melanjutkan penelusuran melalui Google Trends dengan jangka 12 bulan. Pertama, saya membandingkan kecenderungan jumlah penelusuran kata “satpam” dengan kata “security”. Hasilnya persis dengan dugaan saya sebelum menelusuri kedua kata itu.

data pencarian kata satpam dan security
Sepanjang waktu penelusuran, jumlah pencarian kata security jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pencarian kata satpam. Tidak tampak sekali waktu pun kata satpam bisa menyaingi kata security dalam hal ini. Bahkan mendekati pun tidak.

Secara logika keadaan itu sangat masuk akal. Meskipun pencarian dilakukan di wilayah Indonesia, tetapi ada faktor lain yang menyebabkan perbandingan ini menjadi tidak “apple to apple”. Kata security bersifat umum menyangkut banyak hal, sedangkan kata satpam hanya mewakili profesi tenaga pengaman.

Agar lebih adil, saya menyamakan persepsi para pencari informasi melalui mesin peramban Google. Saya menambahkan kata pekerjaan di depan kedua kata yang saya bandingkan. Jadilah frasa “pekerjaan satpam” dan “pekerjaan security” yang saya masukkan ke dalam kolom pencariaan Google Trends.

data pencarian kata pekerjaan satpam dan pekerjaan security

Dengan menambahkan kata pekerjaan, persepsi kedua kata yang saya bandingkan seharusnya menjadi sama. Keduanya murni mewakili pekerjaan atau profesi tenaga pengaman. Membandingkan kedua frasa ini semestinya serupa dengan membandingkan “apel dengan apel”, tidak lagi “apel melawan semangka”.

Hasilnya sangat berbeda dengan penelusuran pertama. Kali ini terjadi “persaingan sengit” antara kedua frasa yang saya bandingkan. Pada beberapa periode waktu, frasa pekerjaan satpam tampak unggul dalam jumlah pencarian. Secara rata-rata pencarian selama satu tahun frasa pekerjaan satpam kalah tipis.

Baca juga: HariOlahraga Nasional dan Makna Kata Olahraga

Persepsi Dunia Kerja

Untuk mendapatkan pandangan dari suatu komunitas tertentu, saya mencoba melakukan riset ke arah dunia kerja. Saya membayangkan sebuah kata yang amat lekat dengan dunia kerja, terutama menyangkut perburuan pekerjaan. Kata yang saya maksudkan adalah “lowongan”.

Masih mengandalkan mesin pencari Google, saya pun kemudian membandingkan frasa “lowongan satpam” dengan “lowongan security”. Hasil penelusuran ini mengindikasikan bahwa dalam lingkup para pencari kerja, istilah security masih menjadi primadona bila dibandingkan dengan istilah satpam. Entah apa sebabnya.

data pencarian kata lowongan satpam dan lowongan security

Angka-angka pencarian sepanjang waktu menunjukkan “keberpihakan” kaum pencari kerja pada istilah asing itu ketimbang istilah asli negeri sendiri. Apakah kondisi ini menunjukkan bahwa generasi muda selaku mayoritas dalam himpunan para pencari kerja, lebih menyukai istilah asing dibandingkan istilah domestik? Tentu saja tidak bisa diambil kesimpulan demikian hanya berdasarkan sebuah riset recehan semacam ini.

Satu hal menarik lagi ditunjukkan oleh Badan Bahasa. Melalui KBBI, badan yang mengurusi bahasa di negara kita telah mengadopsi istilah security. Mungkin karena frekuensi penggunaannya tinggi, istilah security diserap menjadi sekuriti. Makna kata sekuriti dalam KBBI adalah (sesuatu yang menjamin) keamanan, kebebasan dari bahaya, atau kekhawatiran. Jadi tidak spesifik menggantikan kata satpam.

Baca juga: Dari Recruitment Hingga Resign Menyerbu Bagian Personalia

Tren Seragam Satpam Baru

Namun, saya merasakan memang ada kesenjangan penggunaan kedua kata yang bermakna serupa itu dalam keseharian. Sebagai contoh, iklan-iklan yang menawarkan lowongan pekerjaan dalam bidang pengamanan lebih sering menggunakan istilah security ketimbang satpam. Hal ini tak jauh beda dengan penyebutan profesi-profesi lainnya dalam dunia kerja.

Ah, sebenarnya saya tidak bermaksud meributkan soal penggunaan istilah-istilah ini. Saya hanya terinspirasi oleh munculnya tren penggunaan istilah satpam dalam berbagai pemberitaan beberapa hari terakhir ini. Padahal, saya merasa sebagian orang enggan menyebut kata ini dan lebih memilih mencomot kata dari bahasa asing untuk menggantikannya.

Saya merasa patut berterima kasih kepada Pak Kapolri. Beliau telah mengambil sebuah keputusan yang mungkin akan berdampak baik pada beberapaa hal.

Yang pertama tentu saja berkaitan dengan bertambahnya rasa bangga para anggota satuan pengaman setelah mengenakan seragam baru mereka. Sedangkan yang kedua, saya yakin beliau tidak menyadarinya, beliau telah mencuatkan tren penyebutan sebuah kata yang berasal dari bahasa negara kita.

Selamat berseragam baru para anggota Satpam Indonesia. 

Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

penulis:

0 komentar: