Kalau Ingin Keren, Jangan Pakai Tali Sepatu - Ulas Bahasa -->

Kalau Ingin Keren, Jangan Pakai Tali Sepatu

Post a Comment

Ngapain suka pakai tali sepatu, sih? Ada yang lebih keren, lo!

 

ilustrasi tali sepatu

Ilustrasi orang sedang mengikatkan tali sepatu. Sumber gambar: Goumbik dari Pixabay.

Banyak jenis sepatu bisa kita temukan di sekitar kita. Kita bisa membedakan berbagai model sepatu dari bermacam-macam sisi.

Dilihat dari haknya, ada sepatu berhak tinggi, ada pula yang nyaris tak mempunyai hak. Namun jangan coba-coba nyari gerombolan sepatu yang berdemo menuntut hak mereka, ya!

Berdasarkan kegunaannya, sepatu juga memiliki banyak jenis. Sebut saja sepatu lari, sepatu kerja, sepatu santai, dan sepatu-sepatu lainnya dengan sebutan yang sesuai dengan kegunaannya.

Nah, Anda suka model sepatu yang mana? Apakah sepatu tak bertali lebih keren dibandingkan sepatu bertali? Atau sebaliknya?

Sebenarnya saya tidak akan membincang urusan macam-macam sepatu dan hal-hal semacam itu. Kita akan membahas persoalan lain.

Secara kebetulan, saya menjumpai sebuah istilah “asing” berkenaan dengan sepatu. Anda pernah mendengar kata ‘veter’?

Anomali Istilah Veter dan Tali Sepatu

Menurut saya, istilah veter merupakan sebuah anomali. Lho, kenapa ia menjadi anomali?

Kata ini terdengar agak asing di telinga kita, bukan? Seperti bukan kosakata dalam bahasa kita.

Nah, kata-kata beraroma asing biasanya amat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tengok saja kata-kata semacam laundry, passion, dan game online. Bukankah ungkapan-ungkapan itu jauh lebih “merakyat” ketimbang penatu, renjana, dan gim daring?

Namun, kondisi yang berbeda terjadi pada veter. Saya hampir tak pernah menemukan kata ini dalam percakapan sehari-hari maupun dalam tulisan-tulisan di berbagai platform media yang saya kunjungi.

Lantas, arti kata veter itu apa, sih?

Seperti biasa, untuk urusan semacam ini, saya akan bergegas membuka kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi pilihan saya sebagai sarana menemukan makna suatu kata dalam bahasa Indonesia.

Menurut bausastra ini, veter adalah tali sepatu. Ya, hanya tali sepatu, tidak ada arti lainnya.

Kata ‘tali sepatu’ jauh lebih sering terdengar atau terbaca oleh kedua indra saya. Sementara itu, istilah veter hanya saya temukan dalam kamus.

Jadi, berdasarkan pengalaman saya, tali sepatu yang “Indonesia banget” lebih populer dibandingkan sinonimnya yang kedengaran lebih “seksi”, yakni veter.

Mesin pencari di internet paling ngetop pun menyajikan data yang sejalan dengan analisis saya. Data yang saya dapatkan dari Google Trends Indonesia menunjukkan bahwa ‘tali sepatu’ unggul mutlak atas ‘veter’ dalam lima tahun terakhir ini.

 

grafik trend pencarian veter vs tali sepatu
Grafik yang menunjukkan pencarian kata 'veter' dan 'tali sepatu'. Sumber data: trends.google.co.id.

Grafik yang tersaji di atas mengindikasikan bahwa kosakata yang ngindonesia tidak selalu kalah tenar dibandingkan istilah yang nginggris. Hati saya cukup senang mendapati kenyataan manis ini.

Namun, kegirangan saya tak bertahan lama. Beberapa saat kemudian, saya jadi agak “curiga” melihat keganjilan ini. Kok, tidak seperti biasanya, ya?

Padahal, berdasarkan pengamatan saya sekilas, saya menduga “syarat” untuk populer lebih gampang dipenuhi oleh veter ketimbang tali sepatu. Alasan saya, selain “berbau” asing, kosakata ini juga singkat.

Dari Mana Kata Ini Berasal?

Seusai merasakan kegembiraan sejenak dan berlanjut dengan prasangka, lantas timbul keraguan dalam benak saya. Kebimbangan itu mewujud ke dalam sebuah pertanyaan, “Apakah kata ‘veter’ memang merupakan kata dalam bahasa asing atau benar-benar asli bahasa Indonesia?”

Saya pun kembali melakukan penelusuran. Sebuah situs yang menamakan dirinya kamus lengkap menyampaikan muasal kata yang satu ini.

Ternyata, asal kata veter dari bahasa Belanda. Dalam bahasa Negeri Kincir Angin itu, kata yang tengah kita bincangkan ini memiliki arti persis dengan makna yang telah saya kabarkan di atas.

Oh, pantas saja kata ini terkesan “berbau” asing, gitu. Rupanya ia memang berasal dari negeri di seberang lautan sana.

Anak-Anak Gaul Punya Versi yang Berbeda

Selain makna yang telah kita bincangkan, ada sisi lain dari kata veter. Sisi lain itu berasal dari kreativitas anak-anak belia.

Beda dengan kaum serius, anak-anak muda punya sikap yang berbeda terhadap kata-kata. Seperti juga banyak kata lainnya, mereka menciptakan makna yang berbeda atas kata ini.

Dengan mengambil ide dari kata veteran, mereka mengasosiasikan veter dengan anak sekolah yang tidak naik kelas.

Jadi, antara veter dan veteran terdapat kemiripan. Keduanya sama-sama menunjukkan orang yang memiliki banyak pengalaman.

Jika para veteran sarat pengalaman dalam suatu bidang pekerjaan atau kegiatan tertentu, anak-anak veter memiliki jam terbang yang panjang di kelas tertentu.

Nah, itulah pembahasan seputar kata veter. Semoga saja kata ini lebih kerap muncul dalam perbincangan, baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan.

Jadi, Anda berada di tim mana? Veter atau tali sepatu?

Artikel Terkait

Post a Comment