Variasi Istilah “Date” dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Variasi Istilah “Date” dan Artinya dalam Bahasa Indonesia


Sering mendengar orang mengucapkan kata “date” dan mencari artinya dalam bahasa Indonesia? Ternyata, banyak variasinya dalam bahasa kita.

Apa yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar orang mengucapkan kata “date”? Jawabannya pasti sangat beragam tergantung dalam konteks apa kita memandangnya.

Bila Anda seorang pegawai kantoran, khususnya ASN, mendengar kata ini bisa menjadi sebuah kabar yang sangat menyenangkan. Mungkin Anda akan menjawab pertanyaan di atas dengan kalimat seperti berikut ini. “Tanggal. Ya, saya ingat tanggal 21 Agustus nanti. Pemerintah telah menetapkan tanggal 21 Agustus 2020 sebagai hari cuti bersama.”

Bagi seorang pengusaha, kata “date” merupakan istilah yang sangat dekat dengan keseharian mereka. Istilah ini bisa mengingatkan para pebisnis akan adanya sebuah peluang bisnis yang harus dikejar. Namun sebaliknya, istilah ini juga bisa menjadi perwujudan dari sebuah kewajiban yang harus ditunaikan.

Dalam dunia usaha, kata “date” berarti perjanjian. Sebuah perjanjian di kalangan usahawan berisi peluang bisnis yang bisa menghasilkan pemasukan atau kewajiban pembayaran yang akan menambah besar angka pada pos biaya.

Orang-orang yang demen produk asal Timur Tengah akan membayangkan hal lain lagi ketika mengartikan kata ini. Hidangan khas bulan Ramadan akan segera menghiasi benak mereka.

Bagaimana dengan anak-anak muda? Apa yang paling mereka bayangan ketika menjumpai istilah bahasa Inggris ini? Saya kira, istilah ini sangat populer di kalangan mereka.

Anak-anak muda boleh memberikan jawaban. Tak perlu keras-keras, ya. Silakan menanggapinya di dalam hati saja.

Baca juga: Mengapa OrangKeranjingan Mengucapkan Kata “Dirgahayu”?

Istilah “Date” dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Berdasarkan penelusuran yang saya lakukan dalam sebuah kamus daring, saya menemukan sedikitnya terdapat delapan makna kata “date” dalam bahasa kita. Jadi, satu kata dalam bahasa Inggris sama dengan delapan kata dalam bahasa Indonesia.

Bila kita juga menghitung turunan kata “date” dan sinonim-sinonimnya, kita akan menemukan lebih banyak lagi terjemahan kata ini. Di sana, misalnya saja, terdapat frasa “up to date”.

Tentu saja kita tidak bisa menggeneralisasi keadaan ini. Tidak semua kata dalam bahasa Inggris memiliki banyak makna dalam bahasa Indonesia.

Bisa juga terjadi hal yang sebaliknya. Tak sedikit pula sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang mempunyai beberapa arti dalam bahasa yang banyak dipakai di berbagai kawasan dunia itu.

Dalam konteks ini, saya ingin mengambil sebuah hikmah dari banyaknya makna kata “date” dalam bahasa nasional kita. Arti kata “date” yang beragam dalam bahasa Indonesia bisa menjadi sebuah indikasi bahwa bahasa persatuan kita ini tidak selalu “lebih miskin” dibandingkan bahasa asing.

Kita juga memiliki sejumlah “harta terpendam” yang berharga dalam bentuk kata-kata. Dan kata “date” hanya merupakan salah satu contohnya.

Memang kita harus mengakui kenyataan bahwa jumlah kosakata bahasa kita masih kalah jauh dibandingkan bahasa lainnya di dunia. Kita ambil contoh bahasa Inggris yang merupakan bahasa dunia sebagai pembandingnya.

Sesui berita yang saya kutip dari kompas.id, saat ini KBBI memiliki sekitar 111.000 kosakata dengan sekira 127.000 makna kata. Jumlah ini terasa kecil sekali jika disandingkan dengan bahasa Inggris yang kabarnya memiliki lebih dari sejuta kosakata.

Selain jumlahnya banyak, kosakata bahasa Inggris juga berkembang cukup pesat. Rata-rata setiap tahun bertambah 8.500 kata (kompas.com). Dengan jumlah penambahan per tahun yang tak lebih banyak dibandingkan bahasa Inggris (antara 6.000 sampai dengan 8.000 kata), maka sulit berharap bahasa Indonesia bisa bergerak mendekati bahasa Inggris dalam hal jumlah kosakata yang dimilikinya.

Penyerapan Istilah Asing

Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pemerintah terus mempromosikan program penyerapan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia. Masih mengutip berita yang dikabarkan kompas.id, Badan Bahasa kemendikbud memantau rata-rata 43.000 kosakata bahasa asing dan istilah bidang ilmu.

Hasil pantauan itu menjadi bahan baku yang akan dipetakan oleh tim editor sebelum diputuskan masuk menjadi kosakata dan istilah serapan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Namun saya melihat suatu kondisi yang bertolak belakang dengan upaya penambahan jumlah kosakata ini. Saya yakin, kita sering menjumpai penggunaan istilah bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari meskipun sebenarnya bahasa kita telah memiliki padanan kata bagi beberapa di antara istilah-istilah asing itu.

Jangan-jangan, kosakata baru terus bertambah. Namun pada sisi yang lain, kosakata yang telah lama menjadi “penduduk” KBBI malah hilang ditelan zaman.

By the way, malam Minggu nanti sudah punya rencana nge-date?

Bagikan:

0 komentar